Warta Madrasah

Perkuat Implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503 Tahun 2025, MTsN 1 Tegal berpartisipasi dalam kegiatan Kanwil Kemenag Jateng di Semarang

13 Feb 2026 Administrator

Tegal – MTsN 1 Tegal turut berpartisipasi dalam kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503 Tahun 2025 pada jenjang Madrasah Tsanawiyah Angkatan I yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Pendidikan Madrasah. Dalam kegiatan tersebut, Kepala MTsN 1 Tegal, Ahmad Zahid, hadir bersama Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Tahrudin.


Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Februari 2026 di Semarang ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo. Gelombang pertama ini diikuti oleh 133 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan wakil kepala dari 64 Madrasah Tsanawiyah Negeri se-Jawa Tengah.


Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503 Tahun 2025 berjalan selaras, khususnya dalam penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi, pendalaman regulasi, serta penyamaan persepsi terkait arah kebijakan kurikulum terbaru.


Penutupan kegiatan dilakukan pada Kamis (12/2) oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama forum tidak boleh berhenti pada kegiatan semata, tetapi harus ditularkan kepada seluruh keluarga besar madrasah di satuan kerja masing-masing.

“Ilmu yang telah diterima selama tiga hari ini harus dibagikan dan diimplementasikan. Penting agar terbangun pemahaman dan niat yang sama dalam menguatkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan,” tegasnya.


Saiful Mujab juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup sejak dini antara urusan dunia dan akhirat melalui Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, rasa memiliki dan merasa dimiliki oleh madrasah menjadi pondasi dalam menjaga benteng moral pendidikan.

“Kita harus merasa diamanatkan untuk mengawal pendidikan madrasah. Madrasah adalah penjaga benteng moral generasi bangsa. Bagian terpenting dari KMA 1503 Tahun 2025 adalah penguatan kurikulum berbasis cinta dan pendalaman kurikulum yang mampu menyamakan persepsi di lingkungan masing-masing, khususnya dalam ajaran dan pemahaman keagamaan serta kebangsaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kurikulum tersebut harus mampu memberikan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai kebaikan. Madrasah dituntut tampil unggul, ramah, dan terintegrasi dalam pengelolaan pendidikan.


Sementara itu, Ketua Tim Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Madrasah Jawa Tengah, Juair, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung dengan penuh semangat sejak hari pertama.

“Alhamdulillah, bapak dan ibu mengikuti kegiatan dengan semangat. Tercatat 133 peserta hadir, terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, dan guru MTs,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini diharapkan implementasi KMA 1503 Tahun 2025 pada Madrasah Tsanawiyah dapat berjalan selaras dan optimal, sehingga madrasah semakin kokoh sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga berakhlak serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat.


Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN 1 Tegal, Tahrudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan penguatan perspektif dalam membangun budaya madrasah yang lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“Kami mendapatkan banyak penguatan, terutama dalam membangun lingkungan madrasah yang berlandaskan nilai cinta, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ini sangat relevan untuk penguatan karakter siswa di bidang kesiswaan,” ujarnya.


Keikutsertaan MTsN 1 Tegal dalam kegiatan ini menjadi komitmen nyata dalam mengawal implementasi KMA 1503 Tahun 2025, sekaligus memperkuat peran madrasah sebagai institusi strategis dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, dan kokoh dalam wawasan kebangsaan.