Tegal - MTsN 1 Tegal menyelenggarakan kegiatan Workshop Skill Up Teachers On the Job & Hands On Training sebagai upaya peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris dan pembina asrama Islamic Boarding School (IBS) dalam mengembangkan pembelajaran dan pembiasaan yang aktif, aplikatif, dan berorientasi pada praktik langsung. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada 6–8 Februari, bertempat di Ruang Multimedia MTsN 1 Tegal, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Workshop ini diikuti oleh 12 peserta, yang terdiri atas 4 pengasuh asrama putra, 4 pengasuh asrama putri, serta 4 guru Bahasa Inggris. Kegiatan menghadirkan keynote speaker Aniqotul M.Z., Director of Foreign Languages Development Program PP Al Ihsan Beji Purwokerto, yang memberikan penguatan materi terkait pembelajaran Bahasa Inggris berbasis praktik di lingkungan madrasah dan asrama.
Kegiatan workshop secara resmi dibuka pada Jumat (6/2) oleh Kepala MTsN 1 Tegal, Ahmad Zahid. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada kelas Islamic Boarding School (IBS) dan Full Day School (FDS) agar memiliki nilai lebih dibandingkan kelas reguler.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program unggulan sangat ditentukan oleh peran guru dan pembina asrama sebagai teladan dalam pembelajaran dan penggunaan Bahasa Inggris secara konsisten.
Dalam sesi pembukaan, keynote speaker Aniqotul M.Z. menekankan bahwa pembelajaran yang efektif harus dimulai dari kesiapan dan kepercayaan diri guru.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan gambaran umum mengenai rancangan program kegiatan Ramadhan yang akan dilaksanakan pada 8 kelas IBS dan 4 kelas Full Day School (FDS). Materi yang disampaikan meliputi konsep program, tujuan kegiatan, serta peran guru dan pembina asrama dalam mendampingi peserta didik selama pelaksanaan kegiatan Ramadhan.
Hari kedua diisi dengan penjelasan secara mendetail mengenai program kegiatan, mulai dari bentuk aktivitas pembelajaran, strategi pendampingan peserta didik, hingga metode pelaksanaan kegiatan agar berjalan terstruktur, terukur, dan efektif.
Sementara itu, pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada sesi pemberian motivasi dan penguatan pelaksanaan program.
Salah satu peserta workshop, Ghulam, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para guru dan pembina asrama.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami diberi motivasi dan dorongan untuk selalu melaksanakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Selain itu, kami juga mendapatkan praktik langsung bagaimana memotivasi peserta didik dalam penggunaan Bahasa Inggris,” ungkapnya.
Ketua Program Unggulan MTsN 1 Tegal, Nur Puad, menegaskan bahwa workshop ini mendorong terbentuknya budaya practice everyday, khususnya di lingkungan IBS.
Ia berharap, hasil workshop ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran Ramadhan maupun persiapan program unggulan Outing Class English Camp, sehingga praktik penggunaan Bahasa Inggris menjadi budaya di lingkungan madrasah dan asrama.