Tegal – MTsN 1 Tegal menggelar kegiatan “Penguatan Karakter melalui Education Building Menuju Madrasah Berdaya dan Berdampak” bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, H. Ahmad Muhdzir. Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tegal.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Kegiatan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi dinamika pendidikan dan karakter murid yang terus berkembang seiring perubahan zaman.
Dalam penguatannya, Ahmad Muhdzir menempatkan kebahagiaan guru sebagai salah satu pondasi utama dalam membangun madrasah yang berdaya dan berdampak. Menurutnya, guru yang memiliki kesejahteraan dan kebahagiaan dalam menjalankan tugas akan lebih mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang positif bagi murid.
Mengutip pemikiran Dr. Tal Ben-Shahar, ia menjelaskan konsep five core elements of whole-person wellbeing yang meliputi spiritual wellbeing, physical wellbeing, intellectual wellbeing, relational wellbeing, dan emotional wellbeing. Kelima unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebahagiaan manusia secara menyeluruh.
Ahmad Muhdzir juga membahas konsep “pie of happiness” yang menjelaskan bahwa kebahagiaan seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ia menyampaikan pandangan bahwa sebagian unsur kebahagiaan berkaitan dengan faktor bawaan, sementara sebagian lainnya dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri dan lingkungan.
Pembahasan tersebut kemudian dikaitkan dengan doa yang sering dibaca setelah sholat yang mengandung harapan akan keselamatan dan kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk agama, jasmani, ilmu, rizki dan kematian. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan manusia tidak hanya diukur dari satu aspek, tetapi merupakan perpaduan berbagai dimensi kehidupan.
Ia juga mengutip pandangan Ary Ginanjar mengenai kebahagiaan sejati. Kebahagiaan tidak semata-mata bersumber dari kesenangan lahiriah, tetapi juga lahir dari hati nurani yang bersih. Karena itu, guru perlu membangun kebahagiaan dari dalam diri agar dapat menjalankan amanah pendidikan dengan penuh kesadaran dan ketulusan.
Kebahagiaan tenaga pendidik pada akhirnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan madrasah yang berdaya. Guru yang merasa bermakna dalam pekerjaannya akan lebih mudah memberikan energi positif, membangun relasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi murid.
Dalam konteks perubahan zaman, Ahmad Muhdzir juga mengajak para guru untuk memahami karakter murid masa kini. Perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi, serta berbagai tantangan sosial membuat dunia pendidikan perlu terus beradaptasi. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga perlu menjadi pendamping yang mampu memahami kebutuhan murid secara lebih menyeluruh.
Melalui kegiatan Education Building tersebut, guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tegal diajak membangun kesadaran bahwa madrasah yang berdaya dan berdampak dimulai dari sumber daya manusia yang sehat, bahagia, berkarakter, dan memiliki makna dalam menjalankan tugasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi penguatan bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tegal untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi lingkungan yang mampu menumbuhkan pribadi yang cerdas, sehat secara emosional, berkarakter, dan bahagia.