Tegal – Islamic Boarding School (IBS) MTsN 1 Tegal menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Bimbingan Belajar (Bimbel) Program Unggulan IBS pada Sabtu(8/8) pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Madrasah, Pengasuh Asrama, dan Guru Tutor sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan bimbingan belajar program unggulan pada periode ini.
Rakor diawali dengan evaluasi terhadap pelaksanaan bimbel sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk melihat berbagai hal yang telah berjalan dengan baik sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan kendala yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan bimbel selanjutnya dapat berlangsung lebih efektif.
Selain evaluasi, rapat juga membahas rancangan program dan teknis pelaksanaan bimbel ke depan. Salah satu perubahan yang direncanakan adalah pemanfaatan platform ruang guru sebagai platform bimbingan dengan pendampingan tutor dari beberapa mata pelajaran, yaitu IPA, IPS, dan Matematika.
Program bimbel juga akan memberikan perhatian khusus kepada murid kelas IX melalui tambahan persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dengan adanya penguatan tersebut, bimbingan diharapkan dapat membantu murid mempersiapkan diri menghadapi berbagai bentuk tes dan seleksi pendidikan lanjutan.
Pembahasan dalam rakor berlangsung secara aktif dan konstruktif. Berbagai kebutuhan teknis dibicarakan bersama, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pemanfaatan ruang, ketersediaan perangkat pendukung pembelajaran, hingga pengaturan waktu pelaksanaan.
Kepala MTsN 1 Tegal, H. Ahmad Zahid, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan bimbel dengan model yang telah dirancang. Menurutnya, pelaksanaan program perlu didukung dengan kelengkapan sarana agar tutor dapat melaksanakan pembelajaran secara optimal.
Dukungan tersebut antara lain berupa kesiapan proyektor dan jaringan Wi-Fi yang menjadi bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran berbasis materi dan latihan soal.
Dalam diskusi yang berlangsung, salah satu tutor mata pelajaran Matematika, Toifatul Munawaroh, S.Pd, memberikan masukan mengenai pentingnya kesiapan sarana dan prasarana yang dapat memberikan kenyamanan selama proses bimbingan. Kenyamanan ruang dan ketersediaan perangkat pendukung dinilai penting agar kegiatan belajar dapat berlangsung lebih efektif.
Masukan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama dengan bidang sarana dan prasarana. Waka Sarpras menyampaikan kesiapan madrasah dalam mendukung kebutuhan sarana yang diperlukan untuk pelaksanaan bimbel.
Melalui rakor ini, IBS MTsN 1 Tegal berupaya memastikan seluruh aspek pelaksanaan bimbel, baik dari sisi program, tutor, waktu, maupun sarana pendukung, dapat dipersiapkan secara lebih matang. Evaluasi pelaksanaan sebelumnya menjadi dasar untuk melakukan penyempurnaan sehingga program bimbingan belajar dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dukungan optimal bagi murid.