Tegal – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, H. Ahmad Muhdzir, S.Ag., M.M., memberikan penguatan kepada guru dan pegawai MTsN 1 Tegal pada Kamis (18/6). Kegiatan yang berlangsung di ruang guru tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan penuh antusias.
Dalam penyampaiannya, Ahmad Muhdzir mengawali materi dengan mengupas makna salam yang selama ini menjadi budaya umat Islam. Menurutnya, salam bukan sekadar ucapan pembuka, melainkan doa, penghormatan, serta pengingat untuk menghadirkan kedamaian dalam setiap interaksi dan aktivitas kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Selanjutnya, ia mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mewujudkan visi Kementerian Agama, yaitu “Terwujudnya Masyarakat yang Rukun, Maslahat, dan Cerdas Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas.” Menurutnya, visi besar tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh aparatur Kementerian Agama bekerja dengan penuh kesadaran, makna, dan tujuan yang jelas.
"Jangan hanya bekerja karena rutinitas. Kita harus bekerja dengan meaning dan purpose, memahami mengapa pekerjaan ini penting dan untuk siapa manfaatnya. Ketika pekerjaan memiliki makna, maka energi dan semangat untuk memberikan yang terbaik akan terus tumbuh," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muhdzir juga menyampaikan hakikat kerja sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Fahruddin Faiz. Ia menjelaskan bahwa bekerja tidak semata-mata untuk memperoleh penghasilan, tetapi memiliki nilai-nilai luhur yang harus dipahami oleh setiap insan.
Nilai pertama adalah Rahmat, yaitu memandang pekerjaan sebagai bukti kasih sayang Allah SWT. Kesempatan untuk bekerja merupakan anugerah yang patut disyukuri karena tidak semua orang memperoleh kesempatan yang sama.
Nilai kedua adalah Amanat, yakni menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Setiap pekerjaan merupakan kepercayaan yang harus ditunaikan secara profesional dan penuh integritas.
Nilai berikutnya adalah Ibadah, yaitu menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Melalui pekerjaan, seseorang dapat menunjukkan produktivitas, kejujuran, dan tanggung jawab yang bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Selain itu, ia juga menjelaskan konsep Izzah, yaitu kehormatan diri dalam masyarakat. Menurutnya, seseorang harus menjaga harga dirinya dengan bekerja secara sungguh-sungguh dan menghindari sifat malas yang dapat menurunkan martabat serta kualitas dirinya.
Pada sesi penguatan, Ahmad Muhdzir juga mengutip pemikiran Jalaluddin Rumi tentang perjalanan kehidupan. Ia mengingatkan bahwa perjalanan hidup yang indah sesungguhnya berada di dalam diri, termasuk melalui evaluasi terhadap pekerjaan dan kinerja yang telah dilakukan.
Menurutnya, budaya evaluasi harus menjadi bagian dari kehidupan setiap guru dan pegawai agar senantiasa tumbuh semangat untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Melalui kegiatan penguatan tersebut, Ahmad Muhdzir berharap seluruh guru dan pegawai MTsN 1 Tegal semakin memahami makna pengabdian sebagai aparatur Kementerian Agama. Dengan bekerja penuh kesadaran, tanggung jawab, dan semangat melayani, ia optimistis madrasah dan Kementerian Agama akan semakin mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.