Tegal – Suasana Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 MTsN 1 Tegal semakin semarak dengan penampilan dua tarian daerah yang memukau para tamu undangan, wali murid, dan civitas akademika madrasah. Tari Sorote Lintang dari Jawa Timur dan Tari Ratoh Jaroe dari Aceh menjadi pembuka yang sukses menyita perhatian hadirin.
Penampilan pertama dibawakan oleh siswi kelas 8U4 dan 8U6, yaitu Fawstin, Keisya, Nida, Airin, dan Naya melalui Tari Sorote Lintang. Tarian tersebut menggambarkan pesona perempuan yang tetap anggun dan bercahaya di setiap zaman. Gerakan yang lembut namun tegas dipadukan dengan balutan kostum yang elegan menghadirkan keindahan di atas panggung.
Tari Sorote Lintang sendiri melambangkan perempuan sebagai sumber cahaya, sosok yang anggun, kuat, dan mampu memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Dengan iringan musik yang dinamis dan rancak, para penari tampil percaya diri dan berhasil memukau para penonton.
Pembimbing tari, Bu Dwi Yunita, mengungkapkan bahwa persiapan penampilan dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Meski bertepatan dengan pelaksanaan asesmen dan berbagai kegiatan akademik lainnya, para siswa tetap menunjukkan semangat yang tinggi selama latihan.
"Anak-anak berlatih dengan sangat antusias di sela-sela kegiatan tes. Iringan musik yang rancak membuat mereka semakin bersemangat saat berlatih maupun tampil di atas panggung. Alhamdulillah mereka bisa menampilkan yang terbaik," ujarnya.
Setelah Tari Sorote Lintang, panggung juga dimeriahkan oleh penampilan Tari Ratoh Jaroe dari Aceh yang dibawakan oleh sembilan siswi kelas 8U7, yaitu Nadhifa, Fia, Ulil, Salma, Ghea, Nabilla, Syifa, Fiki, dan Lintang.
Tari Ratoh Jaroe yang dikenal dengan gerakan serempak dan ritmis tersebut berhasil memukau hadirin melalui kekompakan para penari. Tarian ini menggambarkan semangat, ketangguhan, dan kebersamaan perempuan Aceh yang diwujudkan melalui gerakan-gerakan yang harmonis dan penuh energi.
Menurut pembimbing, materi tari tersebut telah dipelajari siswa dalam pembelajaran Seni Budaya pada semester pertama. Menjelang acara pelepasan, kemampuan mereka kemudian diperkuat kembali melalui latihan intensif selama dua minggu sehingga menghasilkan penampilan yang lebih matang.
Salah satu penari mengaku senang dapat tampil dalam acara penting tersebut.
"Kami sudah berusaha menampilkan yang terbaik. Senang sekali karena bisa tampil kompak bersama teman-teman dan ikut memeriahkan acara pelepasan kakak kelas. Semoga penampilan kami bisa menghibur dan memberikan senyuman kepada para penonton," ungkapnya.
Penampilan kedua tarian daerah tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap akhir penampilan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas para siswa. Melalui pentas seni ini, MTsN 1 Tegal tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang seni, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara.