Tegal – Sejumlah siswa mengikuti grand final Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Grand final dilaksanakan secara daring pada sabtu (23/5) di berbagai titik lokasi (tilok) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk salah satu tilok yang berada di MAN 1 Tegal.
Siswa MTsN 1 Tegal yang berhak mengikuti grand final merupakan peserta yang sebelumnya berhasil meraih prestasi pada tingkat kabupaten. Di bidang IPS, Bintang Sya’bana kelas 8U3 berhasil meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Tegal, sedangkan Kenzi Lainufar dari kelas 7IBS2 meraih Juara 2 IPS tingkat Kabupaten Tegal. Selain itu, M. Danish Mayza dari kelas 8IBS1 juga berhasil lolos babak penyisihan, sementara pada bidang IPA, M. Fathan Arya kelas 8U2 berhasil meraih Juara 3 tingkat Kabupaten Tegal, dan Adelia Rizki A dari kelas 8IBS4 sukses meraih Juara 1 IPA tingkat Kabupaten Tegal.
Grand final OSMA 2026 secara resmi dibuka oleh Saiful Mujab. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa OSMA bukan hanya sekadar kompetisi akademik, tetapi juga menjadi barometer mutu pendidikan madrasah di Jawa Tengah.
“Ajang OSMA ini bukan sekadar kompetisi sains biasa, melainkan wadah untuk membentuk generasi madrasah yang percaya diri serta tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan berkarakter,” tegasnya.
Antusiasme peserta dalam gelaran OSMA tahun ini sangat tinggi. Sejak babak penyisihan dimulai, tercatat sebanyak 10.846 peserta mengikuti kompetisi. Setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat, tersaring sebanyak 1.966 finalis yang berhak mengikuti babak final.
Jumlah finalis tersebut terdiri atas 1.166 siswa jenjang Madrasah Aliyah (MA), 405 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 395 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Dalam arahannya, Saiful Mujab juga mengajak peserta untuk terus mengembangkan budaya membaca, meneliti, dan menguji ilmu pengetahuan.
Ia juga mendorong siswa agar tidak hanya belajar dari materi yang diberikan guru di kelas, tetapi juga belajar dari pengalaman dan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemahaman yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai kebangsaan bagi siswa madrasah agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami ilmu maupun kehidupan berbangsa.
Keikutsertaan siswa MTsN 1 Tegal dalam grand final OSMA menjadi bukti keseriusan madrasah dalam membina potensi akademik peserta didik. Melalui pembinaan intensif dan semangat kompetisi yang sehat, madrasah berharap para siswa mampu memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.