Tegal – Kepedulian sosial ditunjukkan siswa MTsN 1 Tegal dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak musibah tanah bergerak di Desa Padasari dan Desa Kajen. Penyaluran bantuan diwakili oleh anggota OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) MTsN 1 Tegal.
yang secara langsung mengunjungi lokasi terdampak untuk menyerahkan donasi hasil penggalangan dana dari seluruh siswa.
Sebelumnya, kegiatan penggalangan donasi dilaksanakan secara intensif selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (9–11 Februari). Pengumpulan dana dilakukan dengan berkeliling ke kelas-kelas dan mengajak seluruh siswa untuk berpartisipasi sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Penyaluran bantuan ini didampingi oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Bidang Humas, serta Pembina OSIM MTsN 1 Tegal. Kehadiran jajaran madrasah menjadi bentuk dukungan sekaligus pembinaan agar siswa tidak hanya belajar tentang empati secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung di tengah masyarakat.
Salah satu anggota OSIM, Bimo Rois, mengungkapkan bahwa pengalaman turun langsung ke lokasi bencana memberikan kesan mendalam baginya.
“Kami bisa melihat langsung kondisi warga yang terdampak. Rasanya sedih dan semakin sadar bahwa kita harus bersyukur. Semoga bantuan dari teman-teman MTsN 1 Tegal bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina OSIM, Darmawan Eko menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa agar memiliki kepekaan sosial dan semangat gotong royong.
“Kami ingin siswa belajar bahwa kepedulian tidak cukup hanya dengan rasa simpati, tetapi perlu diwujudkan dalam aksi nyata. OSIM menjadi motor penggerak agar nilai-nilai kemanusiaan tumbuh kuat di lingkungan madrasah,” jelasnya.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN 1 Tegal, Tahrudin menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun karakter empati dan tanggung jawab sosial peserta didik.
“Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat. Ketika ada saudara kita yang tertimpa musibah, sudah seharusnya kita hadir dan peduli. Ini bagian dari pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Tegal berharap budaya kepedulian dan solidaritas dapat terus tumbuh di kalangan siswa. Aksi nyata tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.